Cinta dari Sahabatku

CINTA DARI SAHABATKU
Gemuruh hujan sore hari ini membuat orang-orang yang sedang beraktifitas terpaksa harus berhenti. Aku dan sahabat ku ‘Vita’ yang saat itu tengah dalam perjalanan pulang dari kegiatan extra di sekolah terpaksa berteduh di halte bus. Tak jauh dari sekolah kami.
“huhh ,, hujannya lebat banget Vit, kalo hujannya ampe malem gimana ?” tanyaku dengan perasaan cemas.
“Aku juga bingung Cha, mana aku gak bawa jas hujan”. Jawab Vita.
“Hay Vit”. Seseorang menyapa Vita.
“ehh Ray, kamu juga ada di sini”. Tanya Vita kepada seseorang itu.
Aku hanya duduk agak jauh dari tempat mereka berdua mengobrol.
“Ia, nih baru pulang dari nganterin kakak ku, sendirian Vit ?” tanya seseorang itu lagi.
“Enggak, sama temen kok, itu dia”. Jawab Vita sambil menujuk ke arahku.
“Mau pulang gak bawa jas hujan, hemmm ..” ucap Vita sekali lagi.
‘Ouh, nie aku bawa jas hujan dua, kamu boleh pake yang ini, kebetulan jas hujannya besar, bisa di pake buat berdua”. Tawar Ray kepada Vita.
“Wah, makasih banget Ray”. Ucap Vita.
“Iya Vit, sama-sama”. Jawab Ray.
“Ayo Cha kita pulang, nie dah dapet pinjaman jas hujan dari Ray, ayoo”. Ajak Vita.
“Ayo Vit, dah hampir magrib nie”. Jawabku sambil tersenyum dan melirik ke arah Ray.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, sudah saatnya aku harus belajar, mulai sibuk dan berkutat pada buku-buku pelajaranku. Saat aku sedang asyik mengerjakan soal-soal biologi, tiba-tiba handphone ku berbunyi, setelah ku buka ternyata satu pesan dari Vita. Setelah ku baca dan kupahami, ternyata Vita memberitahuku bahwa ada salah satu temannya yang ingin berkenalan dengan ku, yang ternyata dia adalah Ray,
Vita pun meyakinkanku bahwa dia adalah teman kecilnya dan dia juga seorang cowok baik-baik. Setelah mendengar cerita itu pun aku menyetujuinya, karena aku percaya Vita tidak akan mungkin membohongiku. Tak lama kemudian Ray pun sms, lalu kami pun mulai berkenalan, sekedar memperkenalkan identitas kami masing-masing.
Setiap hari kami berkomunikasi. Entah itu lewat sms atau via telephone dan ternyata dia adalah seseorang yang asyik, sopan dan pengertian. Belum genap 3 minggu kami berteman, kami sudah sangat akrab dan aku merasa kami itu seperti seorang teman lama yang tidak pernah bertemu dan akhirnya dipertemukan kembali. Kami sering sekali berbagi pengalaman dan berbagi cerita tentang keluarga, sahabat bahkan pacar. Aku sering sekali minta pendapat dan masukan dari dia begitupun sebaliknya. Dan jujur saja setiap aku berkomunikasi dengannya hatiku senang. Aku sendiripun tak tahu apakah itu perasaan senang sebagai seorang teman atau aku sudah mulai menyukainya.
Suatu hari dia bertanya kepadaku “siapa cinta pertamaku” lalu aku pun menceritakan semua kepadanya bahkan saat perpisahanku pun tak segan-segan aku meluapkan dan berbagi dengannya dan akhirnya dia mulai menasehatiku, memberi masukan bagaimana caranya agar aku mulai bisa sedikit melupakan cinta pertamaku itu.
Ray memang seorang yang dewasa, dia menasehatiku seperti seorang kakak yang sedang menasehati adiknya, dan dengan nasehatnya itu juga aku menjadi termotivasi untuk lebih berusaha melupakan cinta pertama yang telah membuatku kecewa dan seperti tak percaya lagi kepada seorang cowok.
Tapi aku benar-benar bersyukur disaat keterpurukan dan kesedihanku, aku mengenal seseorang yang bisa menghibur, menasehati dan memberiku arti sebuah kehidupan di masa mendatang.
Hari berganti minggu, kami berdua pun bertambah akrab meskipun kami belum pernah mengobrol secara langsung.
Suatu malam dia mulai bertanya kepadaku “apakah aku bisa menerima dia”, lalu akupun menjawab “aku masih ingin fokus kepada sekolahku dan aku hanya ingin memikirkan hal-hal semacam itu jika kelak aku sudah duduk dibangku kuliah. Tapi, dia tetap bersikeras ingin menungguku meskipun selama ni kami hanya berkenalan lewat handphone dan baru sekali bertemu dia sangat yakin ingin menungguku.
Walaupun begitu setiap hari dia tak bosan-bosannya bertanya dengan pertanyaan yang sama, tetapi jawabanku selalu sama “MENOLAKNYA” dan dia masih tetap bersikeras ingin menungguku meskipun sering kali aku mematikan rasa cintanya dan tak percaya dengan ucapannya tapi dia berusaha meyakinkan aku bahwa diabenar-benar ingin menungguku dalam 1 tahun. Tapi tetap aku tidak pernah percaya dengan semua ucapannya karena bagiku ucapan seorang cowok tidak akan bisa dipegang.
Sering kali dia bertanya kepadaku bagaimana tipe cowok yang kusuka, apa yang tidak ku sukai dari sikap dan sifat seorang cowok, dan masih banyak banyak lagi. Dari situ aku mulai merasa ternyata perasaan kagumku kepadanya hanya sebatas kagum sebagai seorang teman. Aku dan dia sebelumnya pernah saling terbuka dan berbagi dalam setiap hal termasuk cinta kami masing-masing sebelumnya. Aku juga pernah bilang aku tidak akan mau berjanji bisa menerimanya meskipun aku sudah kuliah nanti. Tapi dia selalu minta kesempatan kepadaku untuk bisa lebih mengenal dan mendekati aku. Aku juga pernah mengatakan kepadanya “jika sekarang aku menerimanya tapi dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku masih belum bisa melupakan FIRSH LOVE.ku apakah dia mau mempunyai seorang cewek dengan perasaan seperti itu ?”, lalu dia menjawab “Ia” dan dia mengerti dengan keadaanku.
Setelah mengungkapkan perasaannya itu pun hampir setiap hari Vita menyuruhku untuk secepatnya menerima cinta Ray. Dalam hati kecil aku bingung harus bagaimana karena jujur saja perasaanku ke dia hanyalah sebatas rasa kagum kepada seorang teman.
Beberapa minggu berlalu, entah apa yang terfikir di benakku, akupun menerimanya.
Dua bulan kami lalui bersama, sama sekali tak ada rasa perasaan lebih yang kurasakan kepadanya sampai pada suatu hari ku beranikan diri untuk jujur kepadanya bahwa aku sama sekali tak punya rasa apa-apa terhadapnya. Tapi setelah mendengar responnya aku jadi kagum dan sama sekali tak percaya dengan apa yang diucapkannya. Dia berkata “aku sama sekali tak perduli dengan perasaanmu saat ini kepadaku, karena aku sangat yakin dengan cinta ini, aku akan menunggumu, menunggu sampai kamu bisa membuka hatimu seutuhnya untukku !!”
Aku bingung, perasaanku benar-benar gundah saat itu, niatku niatku untuk segera lepas dari Ray berubah jadi sebuah perasaan yang benar-benar kagum dan mulai sedikit percaya akan ketulusannya.
Suatu hari karena suatu hal kami bertengkar. Aku benar-benar marahdan seperti takingin lagibertemu dengannya. Meskipun berkali-kali dia mencoba menjelaskan kepadaku, aku tak pernah sekalipun meresponnya. Sms atau telpon darinya pun tidak pernah aku hiraukan. Sampai saat pulang sekolah dia masih saja mencoba menghubungiku. Sebegitu marahnya aku kepadanya dan dengan hati yang membara aku mencoba mengangkat telephon darinya.
“kamu benar-benar marah sama aku ya ? kenapa sms dan telephonku tidak pernah kau angkat ?”tanya Ray.
“Maless.” Jawabku singkat.
“Aku pengen jelasin ini semua ke kamu, ini Cuma salah paham. Tolong dengerin penjelasanku Cha, jika kau tetap tak percaya sekarang juga aku akan datang ke rumahmu dan akan ku jelaskan semua kepadamu.”jawab Ray dengan nada memohon kepadaku.
“gak usah repot-repot, aku gak butuh penjelasan apa-apa dari kamu. Aku benci dan aku gak mau lagi ketemu sama kamu. Jadi kamu gak perlu bersusah payah datang kerumahku untuk menjelaskan semuanya.
Tiba-tiba , tuutt.. tuttt..tutt ..
Handphonnya tiba-tiba mati, dengan rasa geram aku pun lalu membanting hape.ku dikasur tempat tidurku. Dan tak lama kemudian lantunan lagu dihandphone.ku berbunyi, ternyata Vita menelphone.ku.
“Cha, Ray kecelakaan” ucap Vita terbata-bata.
“becandamu gak lucu Vit” ucapku dengan marah.
“Sumpah Cha, aku serius,kalu kamu gak percaya dateng aja ke RS Husada sekarang, aku dan temen-temen Ray semua ada di sini. Ray sedang kritis, aku bener-bener serius Cha.” Lagi-lagi Vita mencoba meyakinkanku.
“Baiklah, aku akan segera kesana, awas saja kalau kau berani berbohong kepadaku.” Ucapku tak percaya.
“Iya Cha, secepatnya ya, aku tunggu.” Ucap Vita kembali sambil mematikan handphonenya.
Setelah bersiap-siap aku pun pergi ke tempat yang dimaksud Vita. Setelah sampai di ruang UGD tepatnya di lantai satu RS Husada. Betapa kagetnya aku, Vita dan beberapa teman Ray berada di sana dengan expresi wajah yang sangat bersedih.
Aku berjalan perlahan-lahan menuju pintu ruang UGD, air mata yang sedari tadi ingin menetes akhirnya menetes juga. Aku berlari mendekati Vita dan memeluknya.
“Vit, apa yang terjadi ? Ray, Ray kenapa ?” tanyaku sambil terisak dipeluknya.
“Para saksi mengatakan Ray kecelakaan dalam keadaan menelphone seseorang, dia tidak konsen dan tidak melihat truk pengangkut barang-barang material di depannya.” Terang Vita.
“apa ??, berarti tadi ?
“Ray …….”
Aku tak kuasa menahan tangis, aku berteriak sambil berlari mendekati pintu, dimana Ray yang tergeletak tak sadarkan diri di dalamnya.
“Cha, kamu harus tau, Ray tidak pernah berbuat seperti itu. Dia sangat menyayangi kamu, dia rela berbuat apapun demi kamu, sampai detik inikamu lihat sendiri kan karena dia ingin sekali menjelaskan salah paham ini kepadamu dengan datang ke rumahmu dia sampai berkorban nyawa hanya demi kamu, hanya ingin kamu percaya kepadanya. Cha, percayalah Ray sangat mencintai kamu.” Vita mencoba menjelaskan kepadaku. Aku hanya bisa menangis mendengar kata-kata yang diucapkan Vita.
Sepuluh menit kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut.
“Dokter, gimana keadaan Ray, dia baik-baik saja kan dok ?” tanya ku kepada dokter sambil berusaha mengusap air mataku.
“Luka-lukanya sangat parah, benturan di kepalanya sangat serius, tapi tenanglah dia sudah berhasil melewati masa kritisnya dan anda juga sudah bisa membesuknya.”ucap Dokter.
Tanpa berfikir panjang aku berlari menemui Ray yang tergeletak lemah dengan masker oksigen dan beberapa alat medis di tubuhnya. Saat berada di dekatnya aku tak henti-hentinya menangis dan berdoa atas kesembuhan Ray.
Tak lama kemudian Ray pun siuman, “Cha-cha, kamu ada disini, apa kamu masih marah kepadaku ??” dengan nada yang sangat lemas dan hampir tak bersuara Ray bertanya kepadaku.
“Enggak Ray, aku marah sama kamu, aku minta maaf Ray, aku bener-bener minta maaf.” Ucapku sambil tak henti-hentinya menangis dan menatap Ray.
“Makasih Cha, makasih karena kamu tidak marah dan tidak membenciku.” Ray berkata kepadaku.
“Ray, aku sangat mencintaimu, maaf atas sikap egoisku selama ini, keegoisanku ternyata telah melukai bahkan hampir membunuh seseorang yang sayang aku sayangi. Ray, maafkan aku.” Ucapku memohon kepada Ray.
“Aku mengerti Cha, selamanya aku juga mencintai kamu.” Ray berkata sekali lagi.
“So sweatt ………
“wah, pasti pada gak sadar kalo disini banyak orang, woyy .. udah donx nangisnya, sekarang waktunya senyum dan meraih kebahagiaan.” Ledek Vita kepadaku dan Ray.
Dari kejadian ini semua aku mulai belajar tulus mencintai dan menghargai Ray karena aku baru menyadari seseorang yang aku sayang akan terasa amat berarti bagiku saat dia akan pergi dariku untuk selamanya ..
Dan aku juga baru menyadari rasa kagum itu kini berubah menjadi rasa cinta suci dan tulus kepada Ray .. 
THE END 

Advertisements

Kisah.ku :)

Gambar

Ini adalah kisah cintaku,kisah cinta yang mungkin bisa disebut kebetulan atau memang takdir Tuhan. Aku bingung ingin memulainya dari mana. Yang jelas saat ini aku menemukan seorang lelaki yang sangatt menyayangiku, begitupun aku yang sangat menyayanginya. Memang dia bukan cinta pertamaku, aku pun bkan cinta pertamanya. Tetapi kami berdua mempunyai masa depan yang indah. Nggak peduli bagaimana masa lalunya, nggak peduli gimana sifat konyolnya, yang aku tau AKU SANGAT MENYAYANGINYA.

Sebenarnya kami berdua sudah lama saling menyukai tapi Takdir baru mempertemukan dan menyatukan kami sembilan bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 26 Mei 2012. Hari yang benar-benar mengesankan dan sangat membuatku bahagia, karena semenjak hari itu aku memiliki seorang lelaki hebat, satu-satunya lelaki yang benar-benar membuatku sangat berharga, sangat merasa dicintaii dan bisa membuatku mengerti arti ketulusan dan rasa sayang yang sesungguhnya.

Kisah ini berawal ketika kami berdua masih SMA, sederhana memang, tapi sangat mengesankan. Bermula dari sikap malu yang sebenarnya keduanya memiliki perasaan yang sama tapi sama-sama tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya.

Malam itu, masih jelas teringat dipikiranku, aku membuka pintu rumahku karena ingin menyambut seseorang yang ingin datang menemuiku, dengan baju seragam yang penuh coret-coretan tinta dan pilok yang masih menempel ditubuhku dan dengan rasa letih yang masih aku rasakan.

‘’Aku sayang sama kamu, Aku cinta kamu, maukah engkau menjadi belahan jiwaku ?”

“Mak Jlebb .. (gak bisa diungkapin dengan kata-kata, rasanya pngen bangett salto sambil jambakin botaknya Bang Deddy Corbuserr), bingung mau jawab apa, seneng, bingung semua campur aduk,. Dengan rasa malu sambil nutupin muka pake selembar kertas aku menjawab “iaaa”. Cukup satu kata “iaa’’ , tragiss memang, tapi setidaknya aku udah menjawab pertanyaannya 😀

Terlihat jelas raut wajahnya, tingkahnya yang  grogi sambil berulang kali mengusap mukanya pake tangan sambil mengatakan alhamdulillah, seneng bangett dianya , sama kek aku 😀

26 Mei 2012, itu juga bertepatan dengan hari kelulusanku. Aku memang sengaja memilih hari itu untuk menyuruhnya mengungkapkan perasaannya secara jelas didepanku. Sesuai janji ku dulu J

Sampai hari ini, sampai aku menulis cerita di selembar kertas ini, hubungan kami berdua masih sangatt baik, masih sama-sama saling menyayangi atau mungkin perasaan sayang itu semakin bertambah. Selama ini belum pernah ada orang yang benar-benar bisa tulus menyayangiku, memberikan perhatian lebih kepadaku, menganggap aku sangat penting untuknya dan rela berkorban banyak kepadaku, mungkin itu menjadi salah satu alasan kenapa aku sangat menyayanginya.

Terkadang aku merasa menjadi seorang wanita yang sangat beruntung karena aku bisa mendapatkan cinta yang sangat besar darinya. Tapi kadang, aku merasa tidak bisa memberikan kebahagiaan yang lebih kepadanya. Mungkin perasaanku ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tidak bisa juga dipikir secara logika. Tidak ada kata yang pantas aku ucapkan selain berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengizinkan aku merasakan betapa indahnya kebersamaan kami, betapa indahnya saling menyayangi, meskipun kelak  Takdir hanya menyatukan kami untuk sesaat tapi aku bahagia karena pernah merasakan perasaan seperti sekarang ini.

Aku hanya ingin menjadi wanita bijak, sabar dan penyayang,. Aku ingin menjadi wanita sempurna dimatanya meskipun aku tau aku hanya seorang yang mempunyai banyak kekurangan. aku ingin menjadi seseorang yang sangat berarti dihidupnya meskipun hanya sekejap saja.

Terima kasih cinta, kau telah mengajarkan ku banyak hal. Kesetiaan, pengorbanan, sayang, perhatian dan rasa saling menghargai. Aku tak akan menyia-nyiakan ini semua, aku tidak akan menyia-nyiakan cintamu. Apapun yang terjadi, sepanjang cinta ini masih sangat layak dipertahankan aku akan berusaha mempertahankannya.

Aku tidak akan mendengar apa kata orang, yang aku tau dan yang aku mau, kita berdua tetap satu, menjaga cinta suci ini, sampai nanti, sampai semuanya tidak mungkin dipertahankan lagi.

Kami berdua memang sering sekali bertengkar, bertengkar karena hal-hal kecil ataupun besar, tapi itulah kami, sama-sama keras kepala dan susah sekali memulai untuk minta maaf.

 

 

Tirai Cinta yang Terkoyak

“Akhirnya kini aku sadari, Dia telah pergi tinggalkan diriku, adakah semua kan terulang kisah cintaku yang seperti dulu, hanya dirimu yang ku cinta dan ku kenang, di dalam hatiku, takkan pernah hilang, bayangan dirimu untuk selamanya … ”

Buugghh , ku tutup buku diary kesayanganku setelah mengungkapkan segala isi hatiku. rintik-rintik hujan malam ini menambah rasa pilu dalam hatiku. kenapa ?? saat aku sangat menyayanginya, justru aku harus mengakhirinya. kenangan itu ?? iya … kenangan indah dan sangat sulit untuk dilupakan saat aku bersamanya terus menari-nari dalam pikiranku. bayangannya selalu hadir dalam setiap gerak-gerikku.

setelah lamaku terbawa arus lamunanku akhirnya aku tersadar. “DIA TIDAK PERNAH MENCINTAIKU”. hati dan perasaanku terus mengatakan itu.Ku coba menepisnya, tapi tetap saja aku tak kuasa. Kenapa aku selalu mikirin cowok brengsek itu ?? cowok yang uda h hianatin aku, cowok yang udah hianatin kepercayaanku. sudah terlalu lama aku bersamanya, sudah terlalu banyak kenangan yang ku lalui bersamanya sehingga sulit bagiku untuk melupakannya. tapi aku harus bisa, aku harus mampu tanpa dia, karena dia udah buat aku kecewa.

Tak terasa aku terlelap dalam buaian sang malam setelah letih memikirkan dan mengingat segala yang terjadi.

———……———

Kringggg ..

Alarm ku berbunyi,

“ugghh, masii ngantukk”, kataku pelan sambil menghela nafas dalam-dalam. Setelah itu aku mandi dan bersiap-siap berangkat sekolah. Alangkah terkejutnya aku melihat kedua mataku sembab “ya ampun … mati aku, gimana nih, masa sekolah dengan wajah kusut kayak gini, agghh tapi bodo amat deh, yang penting aku berangkat sekolah”, kataku kebingungan sambil ngeliat wajahku yang kayak orang habis nangis 7 hari 7 malaem itu.

“Ayu ,, kok matamu sembab gitu, habis nangis yaa ?” tanya Mama sambil sibuk nyiapin sarapan.

“enggak kok Ma, semalem Ayu tidur kemaleman ngerjain tugas jadi kek gini deh

Mata Ayu. Udah dulu ya Ma, Ayu berangkat dulu yaa takut terlambatt, daaa Mama sayang” kataku sambil salaman dan berlari keluar.

“Ech, kamu gak sarapan dulu ?” tanya Mama.

“Enggak Ma, keburu telatt, daaa Ma, assalamualaikum”

“wa’alaikum salam” jawab Mama.

————–…………..————

Setelah sampai di sekolah aku langsung masuk kelas dan dengan girangnya kedua sahabatku Anna dan Rossa menyambutku sambil tersenyum.

“MasyaAllah, matamu kenapa yuk ? habis nangis yaa ?” tanya Rossa penasaran.

“Iyaa, semalem aku putus sama Radit”, jawabku sambil meletakkan tas.

“whatt ..?”jawab mereka serempak.

“becanda kan ??” tanya Anna tak percaya.

“beneran, ngapain aku becanda”. Jawabku dengan nada sewot.

“yaa tapi kenapa ?? bukannya kemarin di sekolah kalian baik-baik aja ? pulang bareng pula”, tanya Anna.

“ceritanya panjang Naa, Saa, yang past i saat ini aku sedih dan kecewa banget sama Radit”

“yaa cerita dikit aja, yahh .. yah .. ? bujuk Rossa.

“ternyata Radit sedang berusaha deketin cewek lain”

“hah ? deketin siapa yuuk ?”, tanya Anna.

“pengurus mading sekolah kita, Karina”

“karina ? gak salah yuk ?” tanya Rossa tak percaya.

“Dia gak salah kok, Raditnya aja yang kegatelan, ihhh .. nyebelin, dasar cowok brengsek”

“udah yuk, sabar ya” jawab Anna.

“sabar gimana Na, yang paling buat aku marah, aku tahu dia deketin Karina itu dari Mawar, gimana gak emosi  coba”

“Lahh, kok bisa Yuk ?” tanya Anna.

“Ia, Mawar bilang Radit e-mail e-mail.an sama Karina, kemarin dia tunjukin ke aku.”

“Dasar cowok, gak bisa puas sama satu cewek, udah Yuk, biarin aja cowok kek gitu mah bagusnya dibuang ke laut aja biyar ditelen tuh sama ikan paus sekalian, udah Yuk, lupain Radit.” Jawab Anna sewot.

“gak segampang itu Na,aku juga dah berusaha lupain dia, berusaha membenci dia, tapi susah, susah banget buat aku, aku dah terlanjur sayang sama dia. Delapan bulan Na, selama delapan bulan kami bersama. Aggghhh ….. resekk.” Jawab kukesal.

“Iya Yuk, aku ngerti perasaanmu. Tapi buat apa coba kamu inget-inget dia terus. Dulu waktu kalian putus msalahnya juga sama kan dia gatelin mantannya. Udah , cowok kek gitu gak perlu diinget lagi.” Terang Rossa.

“Iyaa Yuk, udah yaa suatu saat dia pasti dapet karma karena udah nyakitin kamu. Kamu baik, setia, percaya deh kamu pasti akan dapet yang lebih dari Radit kurang ajar itu.” Tambah Rossa.

“Makasih teman, kalian emang sahabatku yang paling baik. Yahh … gimanapun juga aku harus berusaha lupain Radit, HARUSS !!” Kataku agak bersemangat.

“Nah, gitu donx, kali paling gak suka liat kamu sedih dan terpuruk kayak gitu, cowok baik masih banyak, mending kita happy-happy aja, bener gak Na ?”kata Rossa.

“yoo’ii , bener  banget tu, denger-denger ntar bakal pulang lebih awal, gimana kalau kita ke Mall aja, sekalian cari hiburan buat kamu Yuk.” Jawab Anna.

“Hemm .. boleh”

“okee, DEAL !!” Jawab Anna dan Rossa senang.

……………………………………….

Bel pertanda pulang telah berbunyi,

Saat aku membuka handphone ku, kulihat satu pesan dari Radit. “Yuk, ku tunggu kamu didepan gerbang spulang sekola, please dateng” pinta Radit dalam sms yang dikirimnya. “Agghh, bodo, emang gue pikirin.” Kataku dalam hati sambil memasukkan handphone ke dalam saku ku.

“Na, Yuk, jadi kan ?” tanya Rossa.

“jadi donx.” Jawabaku dan Anna serempak.

Ketika aku sedang asyik ngobrol bareng Anna dan Rossa sambil menelusuri jalan menuju gerbang tiba-tiba Radit memanggilku. “Yuk, Ayu tunggu.” Teriak Radit dari kejauhan.

“Ihh .. apaan lagi, udah ayo jangan dengerin dia.” Kataku kepada Anna dan Rossa sambil terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Radit. Lalu Radit pun berlari mendekatiku.

“Yuk, aku mau bicara sama kamu.”pinta Radit.

“maless, Aku dah ada janji sama mereka. Ayo Ros, Na, kita jalan sekarang.” Jawabku.

“Ayu, please sebentar aja.” Pinta Radit lagi.

“enggak, kamu denger kan enggak !” jawabku sedikit membentak.

Lalu tiba-tiba Radit menarik lenganku dan membawaku masuk ke mobilnya tanpa menghiraukan aku yang berkali-kali mencoba melepas tangannya dan memanggil Anna dan Rossa. Radit pun tancap gas dan entah ingin membawaku kemana. Di dalam mobil Radit berusaha mengajakku bicara, tapi tak satu pertanyaannya pun aku jawab. Tak lama kemudian kami sampai di suatu tempat. Iyaaa .. tempat kenanganku dan Radit dulu. Sebuah danau yang sangat indah pokoknya, tempat yang sangat spesial bagiku (DULU !!)

“ngapain kamu ngajak aku kesini ?” tanyaku sewot.

“Yuk, tolong jelasin ke aku, kenapa kamu minta putus dan sikapmu jadi cuek gini ke aku ?” tanya Radit.

“Alah, udalah jangan bahas ini lagi, males tau gak.” Jawabku.

“ya, tapi aku pengen tau alasan kamu, Aku sayang kamu Yuk.”

“Bulsyitt, aku mau pulang, mending kamu urusin aja cewek itu, jangan ganggu aku lagi. Aku muak, aku benci sama kamu.” Ucapku marah.

“cewek ?? , cewek siapa ?” tanya Radit penasaran.

“alah, sok gak kenal.” Jawabku sambil memalingkan muka.

‘serius, cewek yang mana maksud kamu ?” tanya Radit.

“ketua OSIS sekolah kita, siapa lagi ?, cewek yang udah buat kamu klepek-klepek. Hemmm .. males bangett”

“Karina ??

“Udah Dit, udah .. akumales bahas ginian. Kalau udah gak suka, udah gak sayang, bilang !!,jangan diem-diem deketin cewek lain dibelakangku.

“Ayu, kamu salah paham, aku gak pernah sedikitpun berfikir pengen deketin cewek lain, aku tu Cuma sayang sama kamu.” Jawab Radit meyakinkanku.

Pengaruh electroacupuncture di postanestheticmenggigil selama anestesi regional acak terkontrol

Created by :

D3 Akupunktur Tingkat IA

Abstrak

Menggigil selama anesteshi regional adalah komplikasi umum dan berhubungan dengan penurunan dalam pasien inti suhu tubuh. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa akupunktur pada acupoints tertentu dapat melestarikan inti suhu tubuh.

  • Metode: Penelitian prospektif terkontrol dan acak menganalisis data dari 80 pasien yang menjalani urologis operasi, yang diklasifikasikan sebagai ASA I atau II. Anestesi spinal dilakukan pada semua pasien yang menggunakan 15 mg bupivakain. Para pasien secara acak dialokasikan untuk menerima akupunktur plasebo (Kelompok P, n = 40) atau electroacupuncture (Grup A, n = 40) selama 30 menit sebelum pemberian anestesi spinal. Menggigil skor adalah direkam pada interval 5 menit, dengan 0 mewakili tidak ada menggigil dan 4 mewakili paling parah menggigil mungkin. Denyut jantung, tekanan darah, dan suhu timpani dicatat sebelum injeksi intratekal, dan lagi setiap 5 menit setelah itu sampai 30 menit.
  • Hasil: Setelah anestesi spinal, penurunan suhu timpani kurang untuk Grup A pasien dari Grup P, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik.
  • Kesimpulan: Penggunaan profilaksis electroacupuncture mungkin mempertahankan suhu inti tubuh, dan mungkin efektif mencegah menggigil yang biasanya berkembang selama anestesi regional.

Sidang pendaftaran: Australia Selandia Baru Clinical Trials Registry ACTRN12612000096853.
Kata kunci: Akupunktur, Menggigil, termoregulasi

Latarbelakang
Anestesi regional dapat mengganggu thermoregulatory kontrol dengan menggigil terkait yang dilaporkan di hingga 64% dari kasus . Menggigil selama neuraxial anestesi berpotensi memiliki efek yang merugikan. Berbagai opioid dan non-opioid farmakologis mengobati. Penilaian ini digunakan untuk mengelola menggigil postanesthetic, namun beberapa efek samping telah dilaporkan untuk agen ini,
termasuk hipotensi, hipertensi, obat penenang, respiratory depresi, mual, dan muntah.
Akupunktur telah dilaporkan mengerahkan menguntungkan efek pada mual dan muntah postanesthetic. Bagaimana- pernah, efektivitas akupunktur sebagai profilaksis modalitas terhadap menggigil postanesthetic belum diselidiki. Anestesi regional menghasilkan vasodilata-tion, yang memfasilitasi core-to-perifer redistribusi dari panas dan menurunkan suhu tubuh inti.
Beberapa studi telah melaporkan bahwa akupunktur memberikan sebuah Efek thermoregulatory, tetapi mekanisme tidak sepenuhnya dipahami. Electroacupuncture daripada akupunktur pengguna telah digunakan dalam banyak studi, karena parameter dari electroacupuncture dapat tepat dikontrol, memungkinkan penelitian yang akan direplikasi .

Metode
Studi ini disetujui oleh Institutional Review Board Chang Gung Medical Foundation dan Australia New Selandia Clinical Trials Registry. Informed consent adalah diperoleh dari setiap peserta. Dikecualikan dari mempelajari pasien yang sebelumnya menerima akupunktur; atau yang memiliki sejarah hipo-atau hipertiroidisme, cardio-penyakit paru, atau gangguan psikologis, atau yang membutuhkan transfusi darah selama operasi, atau awal yang suhu tubuh adalah> 38,0 ° C atau <36,0 ° C, atau yang memiliki sejarah dikenal penyalahgunaan alkohol atau zat, atau yang menerima vasodilator, atau obat-obatan kemungkinan untuk mengubah termoregulasi, atau yang telah menerima ASA (American Masyarakat anestesi) klasifikasi sama dengan atau lebih besar dari 3, atau yang lebih muda dari 20 tahun ataulebih tua dari 80 tahun.
Semua peserta secara acak ditugaskan untuk kelompok kedua A (electroacupuncture) atau Kelompok P (plasebo) pada dasar pendekatan alokasi tersembunyi.

Pasien tidak menerima premedikasi. Mereka denyut jantung, tekanan darah, dan denyut nadi oksimetri arteri O2 saturasi dicatat menggunakan standar non-invasif monitor menjadi- kedepan injeksi intratekal. Pengukuran suhu tubuh inti . Sebelum injeksi intratekal, dan selanjutnya pada setiap 5 menit Interval selama periode perioperatif, yang inti suhu tubuh pasien dipantau oleh keledai- bernyanyi suhu timpani. Evaluasi postanesthetic menggigil. Kehadiran dan derajat menggigil dicatat oleh pengamat buta untuk penelitian.

Metode penyelamatan dan efek samping. Efek samping seperti hipotensi, mual, muntah, dan halusinasi dicatat.

Analisis statistik. Ukuran sampel dihitung dengan menggunakan LULUS 2.008 soft-ware.

  • Hasil

Pasien karakteristik 85 pasien yang terdaftar untuk penelitian. Satu patient dikeluarkan karena gangguan psikologis dan 4 pasien dikeluarkan karena cardiopulmonary penyakit.  Hemodinamik perubahan dan efek samping. Skor sedasi adalah 1 pada semua pasien hanya setelah intrateka injeksi. Tidak ada perbedaan yang diamati antarakelompok untuk nilai hemodinamik Bagaimana-pernah, dalam kelompok perbedaan yang ditemukan untuk compari anak hemodinamik pra operasi dan pasca operasi. Semua pengukuran hemodinamik diperoleh setelah 30 menit yang stabil, dan kami tidak melakukan perbandingan analisis data tersebut.

Inti suhu tubuh. Suhu rata-rata inti pasca-anestesi dibandingkan dengan pada awal berbeda secara signifikan antara 2 kelompok.

Dua mekanisme utama postanesthetic menggigil yang hipotermia dan kalibrasi ulang suhu menunjuk ke tingkat yang lebih tinggi . Manajemen menggigil postanesthetic harus fokus pada memperbaiki ini pathophysiologic perubahan, seperti menjaga panas tubuh pasien merupakan masalah penting.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa electroacu- tusukan diberikan efek antishivering signifikan com-
dikupas dengan pengobatan plasebo.

Acupoint merangsang ST36 dapat menghasilkan sedikit peningkatan suhu oral, dengan penurunan simultan dalam kulit yang suhu badan (pengukuran terbatas pada pertahankan lokasi kulit). Para peneliti yang sama diperpanjang mereka studi untuk merekam lokasi kulit tambahan, dan hasil menunjukkan bahwa stimulasi ST36 di kaki kiri diproduksi vasokonstriksi di kedua kakinya, tapi tidak baik dalam lengan menemukan bahwa suhu kulit cenderung menurun setelah 30 menit dari electroacupuncture stimulasi. Bukti ini mendukung hipotesis bahwa akupunktur untuk ST36 dapat menyebabka perifer vasokonstriksi.

Pengamatan klinis telah menunjukkan bahwa melakukan akupunktur pada ST36 menghasilkan bentuk yang lebih jelas dalam panggilan pulsa. Temuan ini mungkin berarti bahwa perbatasan pulsa radial muncul, yang TCM dokter dapat untuk mendeteksi dengan manipulasi pulsa melalui radial mendorong atau gerakan lainnya. Fenomena  ini mungkin disebabkan perifer vasoconstriction. Kami juga hipotesis bahwa akupunktur untuk ST36 dapat memfasilitasi pelestarian panas. Hasil kami menunjukkan bahwa electroacupuncture ke ST36 ST37 dan bisa mempertahankan suhu inti tubuh selama daerah anestesi.  Temuan kami menunjukkan bahwa akupunktur untuk ST36 dan
ST37 tidak mencegah bradycardia atau hipotensi setelah anestesi spinal. Tingkat bradikardia dan hipotensi (didefinisikan sebagai penurunan berarti pres-darah yakin lebih dari 20% dari baseline) dalam waktu 30 menit setelah anestesi tidak berbeda secara signifikan antara kelompok.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa pra operasi electroacupuncture on bilateral (Zusanli) acupoints ST36 dengan frekuensi rendah dan tinggi baik dapat menunda waktu untuk dosis pertama pethidine setelah operasi dan penurunan PCA tuntutan dan morfin jumlah disampaikan dalam pasien yang menjalani operasi perut bagian bawah.

Studi sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa frekuensi rendah electroacupuncture di acupoints dari ekstremitas bawah melemahkan aktivitas saraf simpatik, yang mungkin otot makan menggigil untuk produksi panas .

Kesimpulan
Pelestarian suhu inti tubuh adalah penting untuk mencegah menggigil postanesthetic, dan electroacupuncture ST36 dan ST37 untuk bisa mencapai tujuan ini.

 Singkatan
URS: Ureteroendoscopy, ASA: American Society of anestesi; Kelompok
P: Placebo kelompok; Sebuah grup: Grup electroacupuncture.

Reference :

Bo-Yan Yeh, Yi-Chun Hsu, Jyun-Yan Huang, I-Ting Shih, Wei-Jia Zhuo, Yung-Fong Tsai, Chee-Jen Chang and Huang-Ping Yu.

(Yeh et al. 2012)Yeh, B.-yan et al., 2012. Effect of electroacupuncture in postanesthetic shivering during regional anesthesia : a randomized controlled trial. BMC Complementary and Alternative Medicine, 12(1), p.1. Available at: BMC Complementary and Alternative Medicine.

Sejarah Perkembangan Akupunktur

Ilmu akupunktur merupakan seni ilmu pengobatan yang berasal dari Negara China dan telah dikenal sejak 4000-5000 tahun yang lalu. menurut buku Huang Ti Nei Ching (The Yellow Emperrorl’s Classic Of Internal Medicine) ilmu ini mulai berkembang sejak zaman batu, dimana digunakan jarum batu untuk menyembuhkan penyakit. kasus yang dicontohkan didalam buku tersebut adalah penyembuhan dengan penusukan jarum batu.

Buku Huang Ti Nei Ching diterbitkan pada Zaman Cun Ciu Can Kuo (770-221 SM). Pada zaman ini ilmu akupunktur berkembang seperti ilmu lainnya, akan tetapi bahan jarum berubah dari batu ke bambu, dari bambu ke tulang, kemudian ke perunggu. Ahli akupunktur pada zaman tersebut bernama Pien Cie telah berhasil menyembuhkan seorang pasien bernama Hao dengan jarum perunggu dari ketidaksadarannya selama setengan hari dan mengungkapkan pengalamannya dalam buku Nan Cing.

Pada zaman Dinasti Tang (265-960) ilmu akupunktur berkembang pesat dan mulai menyebar ke luar negeri Huang Pu Mi seperti Korea, Jepang, dan lain-lain. Pada zaman itu hidup seorang akupunkturis yang bernama dan menuliskan secara terperinci pengalaman-pengalamannya dalam buku Cia I Cing yang sampai saat ini masih dijadikan referensi banyak akupunkturis. Seorang akupunkturis yang juga hidup pada zaman itu adalah Sun Se Miao (581-682) menulis buku Cien Cin Yao Fang. Kemudian akupunkturis Cen Cien (541-643) melukiskan peta berwarna untuk menerangkan meridian dan titik akupunktur serta menguraikan pengobatan moksibusi.

Selanjutnya pada zaman Dinasti Ming (960-1644), dimana pada saat itu tekhnik pencetakan dan seni pahat berkembang luas, ilmu akupunktur tersebar pula bersama dengan ilmu-ilmu lainnya. Pada masa itu hidup seorang akupunkturis bernama Wang We I yang membuat patung perunggu untuk menggambarkan perjalanan meridian dan titik-titik akupunktur. Sedangkan akupunkturis lainnya Yang Ci Ceu menuliskan pengalamannya dalam bukunya yang berjudul Cen Ciu Ta Cen, dimana buku inilah yang banyak diterjemahkan dalam bahasa Jepang, Inggris, Jerman dan Perancis.

Akan tetapi pada masa Dinasti Cing (1644-1911). Ilmu akupunktur tidak banyak mengalami perkembangan. Hanya ada sedikit buku yang dihasilkan pada masa itu seperti I Cung Cin Cien yang cukup bernilai untuk dijadikan referensi.